DIKSI
DISUSUN OLEH
FENI SEPTIANI
23113404
3KB01
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
JURUSAN SISTEM KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. atas
karunianya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
tentang ragam bahasa indonesia ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih
jauh dari kata sempurna, namun penulis berharap makalah ini dapat memberikan
informasi bagi para pembaca.
Penulis sangat berterimakasih atas bantuan dari
orang-orang yang sudah membantu dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan informasi ini.
penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar..................................................................................................ii
Daftar
isi...........................................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah......................................................................................1
1.3 Tujuan........................................................................................................1
1.4 Manfaat......................................................................................................1
BAB II
PEMBAHASAN.................................................................................2
2.1
Pengertian
Diksi.........................................................................................2
2.2 Makna
Kata................................................................................................2
2.3 Perubahan Makna
Kata..............................................................................4
2.4
Kata Yang Memiliki Kemiripan.................................................................4
BAB III
PENUTUP..........................................................................................6
3.1
Kesimpulan................................................................................................6
3.2
Saran...........................................................................................................6
Daftar pustaka...................................................................................................iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Diksi atau tata cara
pemilihan kata sering sekali menjadi masalah yang sangat umum di masyarakat.
Hal ini terjadi karena masih banyak penggunaan atau pemilihan kata yang
digunakan hanya kata-kata yang sudah biasa digunakan saat melakukan percakapan.
Sehingga menimbulkan kita memilih kata yang sebenarnya kurang pantas untuk
digunakan.
Penggunaan diksi sangat penting agar
terciptanya komunikasi yang efektif.[1] Hal itu agar terciptanya
komunikasi yang efektif dan efisien dan untuk menghindari kesalah pahaman saat
berkomunikasi.[2] Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana
pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi.[3]
1.2
Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam
makalah ini mengenai :
a)
Apa yang
dimaksud dengan diksi?
b)
Pembagian-pembagian
dalam diksi!
1.3
Tujuan
tujuan dari pembuatan makalah ini
meliputi :
a)
Mengetahui apa
arti dari diksi
b)
Mengetahui
macam-macam diksi
c)
Mengetahui
bagaimana memilih kata yang baik dan benar untuk berkomunikasi
1.4
Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari makalah mengenai
diksi adalah :
a)
Dapat memahami
arti diksi
b)
Dapat mengetahui
pilihan kata yang baik untuk berkomunikasi
c)
Dapat
memperkecil kesalahpahaman akibat pemilihan kata yang sulit dipahami
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Diksi
Diksi
adalah kemampuan secara tepat membedakan nuansa-nuansa makna dari gagasan yang
ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan
situasi dan nilai rasa yang dimiliki
kelompok masyarakat pendengar atau pembaca.[3]
Diksi
mencakup kata-kata yang dipakai untuk meyampaikan suatu gagasan, cara
menggabungkan kata-kata yang tepat dan gaya yang paling baik digunakan dalam
situasi tertentu.[4]
Persyaratan
pemilihan kata :
1) Dapat
membedakan kata-kata denotatif dan konotatif.
2) Dapat
membedakan kata-kata yang mirip dalam ejaannya seperti, bawa-bawah-bahwa.
3) Hindari
kata-kata ciptaan sendiri atau mengutip kata-kata terkenal yang belum diterima dimasyarakat.
4) Hati-hati
dalam menggunakan kata-kata yang
berakhiran asing atau bersufiks bahasa asing, seperti: biologi-biologis.
5) Megunakan
kata-kata depan secara idiomatik, sepeti kata ‘ingat’ seharusnya “ingat akan”
bukan “ingat terhadap”.
6) Bedakan
kata khusus dan kata umum.
7) Perhatikan
perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
8) Perhatikan
kelangsungan pilihan kata.
2.2
Makna Kata
Macam-macam makna,
diantaranya :
1. Makna
Leksikal
Makna
leksikal adalah makna kata secara lepas, tanpa kaitan dengan kata yang lainnya
dalam sebuah struktur (frasa, klausa, kalimat).
Contoh :
Rumah adalah bangunan untuk tempat
tinggal manusia.
2. Makna
Gramatikal
Makna
gramatikal adalah makna baru yang timbul akibat terjadinya proses gramatika
(pengimbuhan, pengulangan, atau pemajemukan).
Contoh :
·
Berumah memiliki makna mempunyai rumah.
·
Rumah-rumah memiliki makna banyak rumah.
·
Rumah makan memiliki makna rumah tempat
makan.
3. Makna
Denotatif
Makna
denotatif atau makna referensial adalah makna yang menunjuk langsung pada acuan
atau makna dasarnya.
Contoh :
·
Merah ‘warna seperti warna darah’.
·
Makan hati ‘makan hati lembu/ayam’.
Kata-kata
yang bermakna denotatif biasa digunakan dalam bahasa ilmiah yang bersifat lugas
atau tidak menimbulkan interpretasi tambahan. Makna denotatif disebut juga
dengan istilah :
·
Denotasional, konseptual, ideasional,
referensial, proposional :karena makna itu mengacu pada referen, konsep, atau
ide tertentu dari suatu referen.
·
Kognitif , karena makna itu berhubungan
dengan kesadaran, pengetahuan, dan menyangkut rasio manusia.
Makna
denotatif dapat dibedakan menjadi dua macam hubungan. Pertama, hubungan antara
sebuah kata dengan barang individual yang diwakilinya. Kedua, hubungan sebuah
kata dengan ciri-ciri atau perwatakan tertentu dari barang yang diwakilinya.
4. Makna
Konotatif
Makna
konotatif atau makna evaluasi/emotif adalah makna tambahan terhadap makna
dasarnya yang berupa nilai rasa atau gambaran tertentu.
Contoh :
·
Merah ‘berani, dilarang’.
·
Makan hati ‘susah karena perbuatan orang
lain’.
Makna
konotatif atau sering juga disebut makna kiasan, makna konotasional, makna
emotif, atau makna evaluatif. Makna konotatif adalah suatu jenis makna dimana
stimulus dan respon mengandung nilai-nilai emosional. Kata-kata yang bermakna
konotatif atau kiasan biasanya dipakai pada pembicaraan atau karangan non-ilmiah.
Seperti berbalas pantun, peribahasa, lawakan, drama, prosa, puisi, dan
lain-lain.
5. Makna
Konstektual
Makna
konseptual ialah makna yang ditentukan oleh konstek pemakainnya. Contoh :
·
Dian sedang belajar.
·
Kehidupan mereka sedang saja.
·
Dia mendapat nilai sedang.
Wujud
reaksi itu bermacam-macam yakni berupa tindakan atau perilaku, berupa
pengertian, serta berupa tindakan. Hal ini bergantung pada apa yang
didengarnya, dengan kata lain respon akan muncul berdasarkan stimulusnya. Ada
beberapa unsur yang terkandung dalam ujaran itu, yaitu :
1) Pengertian
merupakan landasan dasar untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar atau
pembaca dengan mengharapkan suatu perilaku.
2) Perasaan
merupakan ekspresi pembicara terhadap pembicaraannya, hal ini berhubungan
dengan nilai rasa terhadap hal yang dikatakan pembicara.
3) Nada
mencakup sikap pembicara atau penulis kepada pendengar atau pembacanya.
4) Tujuan
yaitu sesuatu yang ingin di capai oleh pembicara atau penulis.
6. Kata
Umum dan Kata Khusus
Makna
umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang luas dari kata yang
lain. Sedangkan makna khusus adalah
makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang sempit dari kata yang lain.
|
Kata Umum
|
Kata Khusus
|
|
Ikan
|
Gurame
|
|
Bunga
|
Mawar
|
|
Membawa
|
Memikul
|
|
Melihat
|
Menatap
|
2.3
Perubahan Makna Kata
Bahasa bersifat dinamis
sehingga dapat menimbulkan kesulitan bagi pemakai yang kurang mengikuti
perubahannya. Ketepatan suatu kata untuk mewakili atau melambangkan suatu
benda, peristiwa, sifat, dan keterangan tergantung pada maknanya, yaitu
hubungan antara lambang bunyi (bentuk/kata) dengan referennya.[5]
Perubahan makna selalu terjadi dati tahun ketahun, dari
zaman kezaman. Makna bahasa mulai mengalami perubahan ditiap wilayah dengan
makna yang berbeda-beda antarwilayahnya. Ada juga yang tetap mempertahankan
makna kata sesuai dengal keasliannya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati
dalam menggunakan atau memilih kata terutama dalam hal-hal yang bersifat
ilmiah.
Dahulu kita mengenal
kata daulat, dalam KBBI (2001: 204) mengandung arti : “1. Berkat kebahagiaan
(yang ada pada raja); bahagia; 2. Kekuasaan; pemerintah.”. Tetapi pada waktu
revolusi fisik kata daulat bermakna lain yakni, merebut hak dengan tidak sah,
memecat dengan paksa. Misalnya: tanah-tanah Belanda banyak yang didaulat oleh
rakyat; gubernur itu didaulat oleh rakyatnya karena melakukan korupsi. Setelah masa
revolusi kata daulat tidak dipakai lagi, sehingga kata itu hampir mati meskipun
dalam KBBI masih tercantum tetapi sudah jarang pemakaiannya.[6]
2.4
Kata Yang Memiliki Kemiripan
Homonim adalah
suatu kata yang memiliki makna yang
berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf,
namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut Homofon. Ada dua bentuk
Homonim :
·
Homograf adalah kata yang memiliki
kesamaan tulisan, berbeda bunyi, dan berbeda makna.
·
Homofon adalah kata yang mempunyai
pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.
|
Homograf
|
Homofon
|
|
Apel (buah), Apel (upacara)
|
Rok(pakaian), Rock(aliran music)
|
|
Bisa(mampu), Bisa( racun ular)
|
Djarum(merek rokok), Jarum(alat untuk
menjahit)
|
|
Serang (nama kota), Serang (perang)
|
Massa(kerumunan masyarakat),
Masa(waktu)
|
|
Tahu(makanan),
Tahu(mengetahui)
|
Bank(tempat
menyimpan uang), Bang(panggilan untuk kakak)
|
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Dalam
melakukan pemilihan kata perlu diketahui bahwa banyak sekali kata-kata yang
dapat membuat pendengar atau pembaca salah paham jika pembicara atau penulis
menggunakan kata yang sulit dipahami atau mungkin jarang didengar bahkan hampir
tidak pernah digunakan dikeseharian terutama tanpa adanya penjelasan mengenai
kata tersebut.
Sehingga
pemilihan kata sangat memiliki pengaruh yang sangat besar bagi makna yang
sebenarnya ingin disampaikan.
3.2
SARAN
Lakukan
pemilihan kata dengan baik dan benar sesuai dengan situasinya. Agar maksud dan
tujuan dapat tersampaikan dengan benar kepada para pendengar atau pembaca.
Seandainya ingin menggunakan kata yang sudah jarang digunakan atu bahkan tidak
pernah digunakan alangkah lebih baiknya jika ada catatan mengenai atri kata
yang digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Heryati, Yeti, Cecep Wahyu, Enung K. Rukianti, Heri
Jauhari.2013. Bahasa Indonesia. Bandung
: BCM Digital Printing.
Matakristal.com
Yandianto. 2001.
Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bandung : M2Sl. 37
[1] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata.
dedimulyana96.blogspot.co.id
[2] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata.
dedimulyana96.blogspot.co.id
[3] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata.
dedimulyana96.blogspot.co.id
[4] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata.
dedimulyana96.blogspot.co.id
[5] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata.
dedimulyana96.blogspot.co.id
[6] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata.
dedimulyana96.blogspot.co.id

No comments:
Post a Comment