Friday, December 4, 2015

Tugas Bahasa Indonesia - Makalah DIKSI



DIKSI





DISUSUN OLEH
FENI SEPTIANI
23113404
3KB01


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
JURUSAN SISTEM KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016




KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. atas karunianya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang ragam bahasa indonesia ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, namun penulis berharap makalah ini dapat memberikan informasi bagi para pembaca.
Penulis sangat berterimakasih atas bantuan dari orang-orang yang sudah membantu dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan informasi ini.

penulis


DAFTAR ISI

Kata pengantar..................................................................................................ii
Daftar isi...........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................1
1.1  Latar Belakang...........................................................................................1
1.2  Rumusan Masalah......................................................................................1
1.3  Tujuan........................................................................................................1
1.4  Manfaat......................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................2
2.1 Pengertian Diksi.........................................................................................2
2.2 Makna Kata................................................................................................2
2.3 Perubahan Makna Kata..............................................................................4
2.4 Kata Yang Memiliki Kemiripan.................................................................4
BAB III PENUTUP..........................................................................................6
3.1 Kesimpulan................................................................................................6
3.2 Saran...........................................................................................................6
Daftar pustaka...................................................................................................iv





BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Diksi atau tata cara pemilihan kata sering sekali menjadi masalah yang sangat umum di masyarakat. Hal ini terjadi karena masih banyak penggunaan atau pemilihan kata yang digunakan hanya kata-kata yang sudah biasa digunakan saat melakukan percakapan. Sehingga menimbulkan kita memilih kata yang sebenarnya kurang pantas untuk digunakan.
Penggunaan diksi sangat penting agar terciptanya komunikasi yang efektif.[1] Hal itu agar terciptanya komunikasi yang efektif dan efisien dan untuk menghindari kesalah pahaman saat berkomunikasi.[2] Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi.[3]

1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini mengenai :
a)      Apa yang dimaksud dengan diksi?
b)      Pembagian-pembagian dalam diksi!

1.3  Tujuan
tujuan dari pembuatan makalah ini meliputi :
a)      Mengetahui apa arti dari diksi
b)      Mengetahui macam-macam diksi
c)      Mengetahui bagaimana memilih kata yang baik dan benar untuk berkomunikasi

1.4  Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari makalah mengenai diksi adalah :
a)      Dapat memahami arti diksi
b)      Dapat mengetahui pilihan kata yang baik untuk berkomunikasi
c)      Dapat memperkecil kesalahpahaman akibat pemilihan kata yang sulit dipahami








BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Diksi
            Diksi adalah kemampuan secara tepat membedakan nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa  yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar atau pembaca.[3]
            Diksi mencakup kata-kata yang dipakai untuk meyampaikan suatu gagasan, cara menggabungkan kata-kata yang tepat dan gaya yang paling baik digunakan dalam situasi tertentu.[4]
         
            Persyaratan pemilihan kata :
1)      Dapat membedakan kata-kata denotatif dan konotatif.
2)      Dapat membedakan kata-kata yang mirip dalam ejaannya seperti, bawa-bawah-bahwa.
3)      Hindari kata-kata ciptaan sendiri atau mengutip kata-kata terkenal yang belum diterima dimasyarakat.
4)      Hati-hati dalam  menggunakan kata-kata yang berakhiran asing atau bersufiks bahasa asing, seperti: biologi-biologis.
5)      Megunakan kata-kata depan secara idiomatik, sepeti kata ‘ingat’ seharusnya “ingat akan” bukan “ingat terhadap”.
6)      Bedakan kata khusus dan kata umum.
7)      Perhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
8)      Perhatikan kelangsungan pilihan kata.


2.2 Makna Kata
Macam-macam makna, diantaranya :
1.      Makna Leksikal
Makna leksikal adalah makna kata secara lepas, tanpa kaitan dengan kata yang lainnya dalam sebuah struktur (frasa, klausa, kalimat).
Contoh :
Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal manusia.

2.      Makna Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna baru yang timbul akibat terjadinya proses gramatika (pengimbuhan, pengulangan, atau pemajemukan).
Contoh :
·         Berumah memiliki makna mempunyai rumah.
·         Rumah-rumah memiliki makna banyak rumah.
·         Rumah makan memiliki makna rumah tempat makan.
3.      Makna Denotatif
Makna denotatif atau makna referensial adalah makna yang menunjuk langsung pada acuan atau makna dasarnya.
Contoh :
·         Merah ‘warna seperti warna darah’.
·         Makan hati ‘makan hati lembu/ayam’.
Kata-kata yang bermakna denotatif biasa digunakan dalam bahasa ilmiah yang bersifat lugas atau tidak menimbulkan interpretasi tambahan. Makna denotatif disebut juga dengan istilah :
·         Denotasional, konseptual, ideasional, referensial, proposional :karena makna itu mengacu pada referen, konsep, atau ide tertentu dari suatu referen.
·         Kognitif , karena makna itu berhubungan dengan kesadaran, pengetahuan, dan menyangkut rasio manusia.
Makna denotatif dapat dibedakan menjadi dua macam hubungan. Pertama, hubungan antara sebuah kata dengan barang individual yang diwakilinya. Kedua, hubungan sebuah kata dengan ciri-ciri atau perwatakan tertentu dari barang yang diwakilinya.
4.      Makna Konotatif
Makna konotatif atau makna evaluasi/emotif adalah makna tambahan terhadap makna dasarnya yang berupa nilai rasa atau gambaran tertentu.
Contoh :
·         Merah ‘berani, dilarang’.
·         Makan hati ‘susah karena perbuatan orang lain’.
Makna konotatif atau sering juga disebut makna kiasan, makna konotasional, makna emotif, atau makna evaluatif. Makna konotatif adalah suatu jenis makna dimana stimulus dan respon mengandung nilai-nilai emosional. Kata-kata yang bermakna konotatif atau kiasan biasanya dipakai pada pembicaraan atau karangan non-ilmiah. Seperti berbalas pantun, peribahasa, lawakan, drama, prosa, puisi, dan lain-lain.
5.      Makna Konstektual
Makna konseptual ialah makna yang ditentukan oleh konstek pemakainnya. Contoh :
·         Dian sedang belajar.
·         Kehidupan mereka sedang saja.
·         Dia mendapat nilai sedang.
Wujud reaksi itu bermacam-macam yakni berupa tindakan atau perilaku, berupa pengertian, serta berupa tindakan. Hal ini bergantung pada apa yang didengarnya, dengan kata lain respon akan muncul berdasarkan stimulusnya. Ada beberapa unsur yang terkandung dalam ujaran itu, yaitu :
1)      Pengertian merupakan landasan dasar untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar atau pembaca dengan mengharapkan suatu perilaku.
2)      Perasaan merupakan ekspresi pembicara terhadap pembicaraannya, hal ini berhubungan dengan nilai rasa terhadap hal yang dikatakan pembicara.
3)      Nada mencakup sikap pembicara atau penulis kepada pendengar atau pembacanya.
4)      Tujuan yaitu sesuatu yang ingin di capai oleh pembicara atau penulis.
6.      Kata Umum dan Kata Khusus
Makna umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang luas dari kata yang lain. Sedangkan  makna khusus adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang sempit dari kata yang lain.
Kata Umum
Kata Khusus
Ikan
Gurame
Bunga
Mawar
Membawa
Memikul
Melihat
Menatap



2.3 Perubahan Makna Kata
Bahasa bersifat dinamis sehingga dapat menimbulkan kesulitan bagi pemakai yang kurang mengikuti perubahannya. Ketepatan suatu kata untuk mewakili atau melambangkan suatu benda, peristiwa, sifat, dan keterangan tergantung pada maknanya, yaitu hubungan antara lambang bunyi (bentuk/kata) dengan referennya.[5]
Perubahan  makna selalu terjadi dati tahun ketahun, dari zaman kezaman. Makna bahasa mulai mengalami perubahan ditiap wilayah dengan makna yang berbeda-beda antarwilayahnya. Ada juga yang tetap mempertahankan makna kata sesuai dengal keasliannya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menggunakan atau memilih kata terutama dalam hal-hal yang bersifat ilmiah.
Dahulu kita mengenal kata daulat, dalam KBBI (2001: 204) mengandung arti : “1. Berkat kebahagiaan (yang ada pada raja); bahagia; 2. Kekuasaan; pemerintah.”. Tetapi pada waktu revolusi fisik kata daulat bermakna lain yakni, merebut hak dengan tidak sah, memecat dengan paksa. Misalnya: tanah-tanah Belanda banyak yang didaulat oleh rakyat; gubernur itu didaulat oleh rakyatnya karena melakukan korupsi. Setelah masa revolusi kata daulat tidak dipakai lagi, sehingga kata itu hampir mati meskipun dalam KBBI masih tercantum tetapi sudah jarang pemakaiannya.[6]



2.4 Kata Yang Memiliki Kemiripan
Homonim adalah suatu  kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut Homofon. Ada dua bentuk Homonim :
·         Homograf adalah kata yang memiliki kesamaan tulisan, berbeda bunyi, dan berbeda makna.
·         Homofon adalah kata yang mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

Homograf
Homofon
Apel (buah), Apel (upacara)
Rok(pakaian), Rock(aliran music)
Bisa(mampu), Bisa( racun ular)
Djarum(merek rokok), Jarum(alat untuk menjahit)
Serang (nama kota), Serang (perang)
Massa(kerumunan masyarakat), Masa(waktu)
Tahu(makanan), Tahu(mengetahui)
Bank(tempat menyimpan uang), Bang(panggilan untuk kakak)





BAB III
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
            Dalam melakukan pemilihan kata perlu diketahui bahwa banyak sekali kata-kata yang dapat membuat pendengar atau pembaca salah paham jika pembicara atau penulis menggunakan kata yang sulit dipahami atau mungkin jarang didengar bahkan hampir tidak pernah digunakan dikeseharian terutama tanpa adanya penjelasan mengenai kata tersebut.
            Sehingga pemilihan kata sangat memiliki pengaruh yang sangat besar bagi makna yang sebenarnya ingin disampaikan.


3.2 SARAN
            Lakukan pemilihan kata dengan baik dan benar sesuai dengan situasinya. Agar maksud dan tujuan dapat tersampaikan dengan benar kepada para pendengar atau pembaca. Seandainya ingin menggunakan kata yang sudah jarang digunakan atu bahkan tidak pernah digunakan alangkah lebih baiknya jika ada catatan mengenai atri kata yang digunakan.





DAFTAR PUSTAKA


Heryati, Yeti, Cecep Wahyu, Enung K. Rukianti, Heri Jauhari.2013.  Bahasa Indonesia. Bandung : BCM Digital Printing.
Matakristal.com
Yandianto. 2001.  Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bandung : M2Sl. 37
[1] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[2] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[3] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[4] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[5] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[6] Mulyana, Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id

No comments:

Post a Comment