Judul : In My Memory
Theme : Cinta Kasih
Theme : Cinta Kasih
by : Feni Septiani
Juni 2007,
untuk pertama kalinya Nindya masuk ke sekolah yang jenjangnya lebih tinggi dari
sebelumnya Sekolah Menengah Pertama (SMP). Nindya masuk di kelas VII-B dia
menemukan banyak teman yang sangat asing dimatanya. Hampir dari mereka semua
yang ada dikelas itu tidak ada yang menjadi teman dekatnya. Entah karena alasan
apa tapi mereka memang tidak memiliki jalan pikiran yang sama dengannya.
Pernah
suatu hari Nindya di bully oleh salah satu temannya dengan cacian yang sangat
menusuk hati. Tapi yang dilakukannya hanya diam dan pasrah, tentunya tidak
membalas apa yang sudah dilakukan temannya terhadap dirinya. Dia hanya takut
jika dia membalasnya maka dia tidak jauh berbeda dengan temannya. Suatu ketika
kesabaran Nindya sudah berada dipuncaknya, dia benar-benar membalas bully-an
temannya dengan kalimat yang jauh lebih menyakitkan. Dan temannya itu hanya
bisa diam kemudian pergi dan tidak pernah komunikasi lagi dengannya.
Juni
2008, untuk kedua kalinya Nindya masuk ke sekolah yang sama dengan status kelas
yang berbeda yaitu VIII-G. Di kelas 8 ini Nindya berharap tidah sama seperti
kelasnya dulu VII-B dan itu benar-benar terwujud. Nindya memiliki teman dekat
bernama Icha, kemana-mana mereka selalu berdua. Pergi kekantin, mengerjakan
tugas bersama dan yang lainnya sampai sekitar bulan Juli ada siswi baru yang
masuk di kelas itu yang bernama Arum.
Sejak
awal Arum memang duduk disebelah Icha dan didepan Nindya , itu membuat Icha dan
Nindya jauh lebih cepat akrab dengan Arum dan mereka justru menjadi teman yang
sangat dekat. Libur sekolah karena adanya ujian nasional (UN) digunakan mereka
bertiga untuk berlibur bersama. Dan mereka berlibur dirumah orang tua Icha yang
berada di Parung (karena Icha tinggal dirumah uyutnya yang lebih dekat dengan
sekolah).
Pergi ke
rumah orang tua Icha tentu saja tidak hanya bertiga karena Icha mengajak satu
teman yang tinggal disebelah rumahnya untuk ikut mereka berlibur. Dan teman
Icha adalah seorang teman yang dulunya adalah teman satu kelas Nindya di VII-B
dan untungnya Nindya tidak memiliki masalah dengan temannya Icha itu. Sehingga
itu tidak menjadi masalah untuk mereka.
Selama
di rumah orang tua Icha , Nindya Arum dan Amel sering melakukan hal-hal
menyenangkan, seperti mencoba bereksperimen dengan bumbu dapur. Ya mereka akan
memasak bersama. Makanan yang mereka buat adalah Nasi Goreng dan itu yang
memasak hanya Icha Arum dan Amel, lalu apa yang dilakukan Nindya? Dia hanya
membantu mempersiapkan apa yang dibutuhkan karena Nindya tidak bisa memasak.
Setelah
bereksperimen, saatnya untuk mencoba hasil eksperimen keempat perempuan ABG
ini. Dari rasa ya lumayan enak meskipun standard, hanya saja tampilan dari
nasgor itu terlalu gelap karena kebanyakan kecap dan nasinya juga terlalu
lembek. Kenapa lembek? Karena disaat mereka memasak ternyata Arum menggunakan
ulekan untuk menekan nasi itu. Tadinya dia bilang supaya rata tapi malah jadi
terlalu lembek bahkan nasinya hampir hancur.
Juni
2009 , untuk ketiga kalinya Nindya masuk ke sekolah yang sama dengan status
kelas IX-E. Icha masuk di kelas IX-F dan Arum IX-G. Meskipun mereka bertiga
sudah pisah kelas tapi mereka masih tetap berkomunikasi dengan baik, melalui
sosial media facebook ataupun dengan pesan singkat (SMS).
Di
kelasnya yang baru Nindya menemukan lagi teman yang akrab dengannya. Mereka
adalah Yana, Ida dan Rizky. Sebenarnya Nindya sudah kenal dengan Yana dari
kelas 7 karena mereka satu ekskul di sekolah yaitu Pramuka. Sementara Rizky
adalah teman satu kelasnya di kelas 8 yang baru menjadi sangat akrab dikelas 9.
Dan Nindya baru mengenal Ida di kelas 9. Pertama kali kenal Ida image yang
dilihat oleh Nindya , Ida adalah orang yang sangat hebat karena dia mampu
menghitung perkalian yang rumit dengan cepat. Dan Ida selalu menjadi orang yang
pertama menjawab pertanyaan sementara yang lain masih mencoret-coret kertas
mereka.
Nindya
Yana Ida dan Rizky selalu pergi bersama saat ke kantin ataupun saat pergi
Atletik di Lapangan Senayan. Saat semua siswa/i sedang mengikuti kelas tambahan
(les) untuk menghadapi UN mereka berempat sempat terpecah belah karena kesalahpahaman.
Berawal dari mereka berempat yang sedang bercerita tentang pasangan
masing-masing kecuali Nindya dan Rizky yang memang tidak memiliki pasangan.
Kami
berempat sudah tahu dengan sifat masing-masing apalagi dengan sifat Yana yang
memang mudah marah dengan suatu hal. Dan kesalahpahaman yang terjadi hanya
karena mereka mengatakan bahwa pasangan Yana adalah anak kecil (karena pacar
Yana adalah adik kelas mereka). Dan itu membuat Yana marah kepada mereka
bertiga dan dia menjauh dari mereka.
Awalnya
Nindya juga kesal dengan Yana yang terlalu berlebihan karena becandaan dari
yang lain terlalu dianggap serius. Tapi karena Nindya tidak suka jika diantara
mereka ada kerenggangan akhirnya Nindya mengalah dengan mengatakan maaf terlebih
dahulu. Lalu Nindya mengatakan kepada Yana bahwa semuanya adalah kesalahpahaman
saja. Sehingga Nindya Ida Rizky dan Yana baikan kembali dan fokus dengan UN
mereka.
Mei
2010, disini semua siswa/i sibuk dengan melanjutkan kemana mereka dijenjang
selanjutnya. Hasil ujian sudah keluar semua siswa/i juga sudah mengurus kemana
mereka selanjutnya.
Juni
2010, disini Nindya merasakan hal yang sama saat baru pertama kali memasuki
sekolah barunya (SMP) dan tentunya menyandang status baru menjadi anak SMA
(Sekolah Menengah Atas). Dan Nindya masuk di kelas X-5 dari 6 kelas.
Didengar
dari kelasnya saja mungkin sudah bisa menebak bagaimana isi dari kelas itu, dan
itu benar saja. 10-5 adalah kelas yang paling terkenal, dengan siswa yang
sangat sulit untuk diberi nasihat. Dan hampir semua guru membicarakan keaktifan
yang melebihi batas yang ada di 10-5.
Semua
siswa yang beragama kristen ada di 10-5 kecuali satu orang yang ada di 10-4. Di
10-5 Nindya benar-benar merasa bahwa teman-temannya sangat menyenangkan. Tidak
ada perbedaan dikelas. Semuanya sama ,kompak dalam segala hal dan mungkin bisa
dibilang kompak juga dalam membuat guru menjadi darah tinggi jika dikelas
mereka.
Tapi
entah kenapa semua cerita di 10-5 sangatlah menyenangkan sekalipun memang ada
banyak hal yang sedikit melenceng. Mereka merencanakan acara jalan-jalan satu
kelas dan mereka memilih pantai ancol.
Saat
pergi keancol ada dua season dan itu terjadi karena ada beberapa siswa yang
tidak bisa ikut pada waktu yang sudah ditentukan. Sehingga dibuatlah season
kedua untuk pergi jalan-jalan ke ancol, meskipun ada beberapa yang juga tidak
ikut.
Nindya
ikut yang season kedua, semuanya sudah janjian akan berkumpul didepan sekolah
tepat jam tujuh dan Nindya benar-benar sudah berada di depan sekolah jam 7. Namun
dia tidak melihat tanda-tanda kehadiran teman-temannya.
Menunggu
sudah hampir setengah jam akhirnya ada juga temannya yang datang, namanya Vita.
Mereka menunggu berdua sampai akhirnya lama kelamaan hampir semua yang akan
ikut hari itu datang.
Tepat
jam 10 pagi sudah hampir semunya datang lalu mereka siap-siap untuk pergi ke
ancol. Namun mereka harus menemui satu teman terlebih dahulu yang rumahnya
memang searah dengan arah mereka yang akan pergi ke halte busway.
Ternyata
dirumah salah satu temannya yang bernama Abam , mereka masih harus menunggu
beberapa orang lagi. Dan itu membuat Nindya dan beberapa yang lainnya yang
sudah datang tepat waktu menjadi semakin kesal dengan sikap temannya yang
sangatlah kekanak-kanakan menurutnya.
Tepat
jam 12 siang mereka akhirnya benar-benar berangkat. Dengan hati yang sangat
kesal Nindya tetap ikut teman-temannya berjalan kearah halte. Mereka sampai di
ancol mungkin sekitar jam 1 atau 1.30 karena jalanan sangat macet.
Mereka
mulai mencari tempat untuk bersantai dan menikmati ombak pantai atau hanya
untuk melihat yang lain melakukan aktifitas mereka. Dan hari itu pantai
kebetulan sedang ramai dan itu membuat mereka agak sedikit susah untuk
menemukan tempat untuk beristirahat.
Mereka
yang sudah ikut diseason satu memberi usul untuk menggunakan tempat yang
sebelumnya mereka gunakan. Dan teman yang lain langsung setuju, tempat yang
dimaksud adalah dipinggir pantai tepat disamping jembatan.
Ada
yang bermain dipantainya sehingga baju mereka basah. Namun Nindya dan beberapa
yang lain lebih memilih menikmati apa yang mereka lihat dipantai. Menikmati
indahnya pantai memang sangat menyenangkan.
Mereka
semua melihat matahari terbenam sebelum pulang dan itu sangat indah terutama
bagi Nindya yang mungkin baru pertama kali melihat matahari terbenam secara
langsung seperti itu. Hari sudah semakin malam dan mereka pergi ke halte untuk
pulang dan dihalte terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Ada
seorang yang mengikuti mereka sejak mereka naik ke busway dan itu membuat
laki-lakinya membuat formasi yang bisa dibilang seperti perisai. Semua teman
laki-laki berdiri disekeliling perempuan. Dan itu adalah salah satu tindakan
yang sangat menunjukkan bahwa mereka saling perduli satu sama lain terhadap
teman.
Begitu
kita semua lolos dari seseorang yang mengintai kami sialnya kami malah masuk ke
bus yang didalamnya ada bencong.
Pantas saja bus terasa sedikit lebih sesak dibagian depan dan longgar dibagian
belakang, ternyata bencong itu ada
dibagian belakang bus dan itu membuat laki-laki yang ada disana sangat
terganggu.
Nafas
lega dikeluarkan oleh kami semua saat kami sudah ada ditujuan kami. Halte
pemberintian kami sudah seperti penolong bagi kami. Karena setidaknya kami
sudah bisa lolos dari dua makhluk yang sangat menyeramkan (pengintai dan bencong). Semuanya mulai berpencar
pulang kerumah masing-masing. Dan Nindya tidak akan pernah melupakan pengalaman
menegangkan, lucu dan seru menurutnya.
Dikelas
ada seorang perempuan yang bisa dibilang sangat ideal. Dia cantik, tinggi dan
badannya juga tidak terlalu kurus ataupun gemuk, namanya Olla. Dia adalah teman
Nindya yang awalnya Nindya pikir Olla adalah seorang yang sombong. Ternyata
Nindya salah , Olla adalah orang yang ramah dan sangat patuh dengan agamanya.
Dia selalu membawa Al-Kitab nya kemanapun dia pergi, termasuk saat kita mau
mengerjakan tugas kelompok dirumah Lia. Dan jika hari natal tiba dia akan sibuk
dengan acara di gerejanya. Karena dia akan mengisi pentas drama yang menunjukan
kelahiran jesus.
Tapi ,
balum ada satu semester Olla harus pindah sekolah dan tidak tanggung-tanggung
dia dan keluarganya pindah ke medan. Itu membuat Nindya merindukan sosok Olla
yang memang sangat baik dan ramah itu. Dikelas tidak ada Olla rasanya aneh
karena dia adalah ketua kelas 10-5. Walaupun dia perempuan tapi kami sepakat
memilihnya menjadi ketua karena dia bertanggung jawab. Dan sekarang sosok
sepertinya sudah tidak terlihat didepan mata lagi.
Memasuki
semester dua di kelas 10 dan semua siswa sudah mulai memfokuskan kejurusan mana
mereka selanjutnya IPA atau IPS. Kenapa hanya ada dua pilihan? Itu karena di
SMA Nindya hanya menyediakan IPA dan IPS sementara untuk Bahasa tidak dibuka
karena kurang peminatnya sehingga tidak bisa membuka meskipun hanya satu kelas
saja.
Nindya
memilih IPA dan itu sudah diputuskannya jauh sebelum dia masuk ke SMA. Karena
dia suka dalam melakukan perhitungan dengan angka rumit dan bergelut dengan
rumus matematika, kimia ataupun fisika. Ditambah lagi dia sangat tertarik untuk
mencoba yang namanya membelah kodok. Dia merasa itu sesuatu yang menyenangkan
meskipun menjijikan bagi beberapa orang.
Juni
2011, disinilah Nindya disebuah kelas yang memang ini adalah kelas idamannya
XI-IPA-1. Kelas IPA terbagi menjadi dua dan 4 kelas sisanya adalah IPS. Nindya
sedikit kaget begitu dia mengetahui dia satu kelas dengan teman SMPnya yang
juga dulu pernah satu kelas di kelas 8. Namanya adalah Cinta.
Cinta
adalah teman satu kelas Nindya di SMP saat mereka kelas 8. Cinta siswa yang
pintar menurut Nindya dan Cinta juga seseorang yang bisa dibilang menyebalkan
bagi Nindya saat SMP. Tapi justru Nindya dan Cinta malah berteman baik dan mereka
duduk bersebelahan dikelas.
Lalu
dikelas mereka sempat dihebohkan sedikit dengan ketidakhadiran salahsatu teman
perempuan dikelas yang bernama Nur. Nur sudah hampir tidak pernah masuk sekolah
dan tidak ada yang tau kenapa Nur tidak
masuk. Sampai-sampai guru turun tangan untuk mencari tahu kenapa Nur tidak
masuk-masuk kesekolah.
Dan
ternyata Nur tidak masuk sekolah karena keluarga Nur tidak sanggup membayar
uang sekolah. Hingga akhirnya pihak sekolah membantu Nur dan memberikan
beasiswa kepada Nur. Nur selalu dinasehati oleh guru mereka yang sangat
perhatian terhadap muridnya yaitu Bu Alimah.
Disekolah
ada dua guru yang bernama Halimah tapi guru yang kita maksud adalah guru fisika
yang bernama Alimah. Jadi , agar tidak salah saat mencari Bu Alimah, semua anak
IPA memanggilnya dengan sebutan Bu Al. Bu Al juga mengatakan kepada teman-teman
dikelas untuk membantu Nur belajar karena Nur sudah banyak ketinggalan
pelajaran. Dan disitu Nindya , Cinta mulai dekat dengan Nur. Mereka kemana-mana
selalu bertiga, kekantin , mengerjakan tugas ataupun hal lainnya.
Tapi
mereka tidak selalu bertiga, biasanya mereka akan membicarakan tugas atau
melakukan hal gila untuk menghilangkan kepenatan dengan teman yang lainnya. Ada
Tika, Nufus, Dini, Laisli dan Hawa. Mereka akan berdebat dengan serunya
mengenai pelajaran terutama matematika dan fisika.
Tapi
terkadang mereka akan melakukan hal gila yang mungkin orang-orang akan tidak
percaya jika mereka melakukan hal itu. Ya untuk melepas kepenatan dari belajar
yang menyita waktu mereka pastinya. Hal-hal gila yang mereka lakukan biasanya
melakukan hal konyol yang akan mengundang tawa.
Mereka
juga akan makan siang bersama saat istirahat jam 12 siang. Makanan favorite
yang suka mereka bawa adalah Tika dengan mie jawanya, Dini dengan makanan yang
dibuatkan oleh ibunya, Laisli dengan mie gorengnya, Cinta dan Nufus dengan
masakan buatan ibunya juga, Nur dan Nindya dengan makanan warteg dan biasanya
Nindya akan membawa kentang yang diiris panjang-panjang, sementara Hawa
biasanya akan membeli makanan dikantin dan memakannya bersama dikelas.
Setelah
itu mereka akan membagi lauk yang mereka bawa satu sama lain. Dan biasanya Dini
yang makanannya sudah tinggal setengah saat yang lain baru membuka bekal
mereka. Kenapa bisa begitu, karena Dini pasti akan memakan bekalnya saat jam
pelajaran. Dan saat ditanya kenapa makannya jam pelajaran dia pasti menjawab
“makanannya menggoda”.
Kalau pulang sekolah Nindya pasti akan pulang bersama Dini,
Tika dan Laisli karena arah pulang mereka sama meskipun nantinya akan berpencar
juga. Sementara Cinta selalu pulang dengan Nur karena rumah mereka juga searah.
Dan hawa pulang dengan temannya yang ada di IPA-2. Sementara Nufus dia pulang
dengan temannya dari kelas lain tapi karena dia pindah rumah dan rumahnya
searah dengan arah pulang Nindya dan yang lain. Nufus jadi pulang bareng Nindya
dan yang lainnya juga.
Ada
tugas dari guru Bahasa Indonesia, dia meminta kita siswanya membuat sebuah film
pendek. Kelompok Nindya sudah bisa diperkirakan pasti akan ada Cinta , Nur , Hawa,
Dini dan Tika sementara Laisli berada dikelompok lain. Dan Nindya menambah satu
laki-laki dikelompoknya , namanya Ifan.
Tugas
ini sangat menyita waktu, karena mereka akan pulang malam untuk menyelesaikan
shooting mereka untuk satu hari itu. Dan banyak hal lucu yang terjadi saat
proses shooting. Hari pertama shooting di rumah Dini semuanya hadir kecuali
Hawa dan Tika karena Tika rumahnya jauh sedangkan Hawa tidak diijinkan untuk
pulang sore atau malam.
Dirumah
Dini, dia menyiapkan lontong untuk sajian tamu (kami yang datang kerumah Dini)
dan saat akan memakannya tiba-tiba Ifan mengatakan “yang ini buat gue,yang ini
buat nyokap,yang ini buat bokap, yang ini buat adek gue” sambil menunjuk
lontong yang jumlahnya lebih dari 4. Begitu mendengar kalimat Ifan, semua yang
ada diruangan tamu rumah Dini langsung tertawa dengan kencang. Karena kelakuan
bodoh yang dilakukan Ifan, padahal ifan adalah siswa paling pintar disekolah.
Jadi sangat kaget begitu tau tenyata Ifan orang yang bisa dibilang konyol
bahkan sangat konyol.
Dan
semuanya juga akan banyak tertawa saat proses pengambilan gambar dimulai.
Karena semuanya yang dilakukan akan mengundang tawa dan itu sangat menyulitkan
untuk bisa mendapatkan hasil yang lumayan bagus. Tapi semuanya tetap bekerja
keras dan fokus untuk dapat menyelesaikan tugas kelompok ini.
Saat
film kelompok Nindya akan diputar , Nindya dan yang lainnya tegang bercampur
malu karena akan memperlihatkan diri mereka sendiri yang sedang berakting. Saat
film selesai mulailah sesi tanya jawab baik itu pertanyaan yang memojokkan
kelompok Nindya atau suatu pujian yang dapat membuat kelompok Nindya menjadi
tenang.
Film
yang dibuat kelompok Nindya banyak mendapatkan masukan (saran) dan juga pujian
karena ada bebapa scene yang bisa membuat kelas menjadi tertawa. Dan itu semua
dianggap sebagai sebuah pembelajaran bagi Nindya dan kelompoknya. Dan tentunya
pengalaman yang tidak terlupakan.
Juni
2012, Nindya memasuki kelas 3 di XII-IPA-1. Disini Nindya menemukan teman baru
yang belum dia lihat karena mereka ada dikelas XI-IPA-2 dulunya. Meskipun ada
beberapa yang /nindya kenal tapi ada juga yang /tidak dikenalnya.
Di XII-IPA-1
Nindya satu kelas lagi dengan Nur, Dini , Tika dan Laisli. Dan ada teman baru
yang memang sudah dikenal Nindya sebelumnya Siti dan Iva. Kelas 3 ini
disibukkan mereka dengan banyak kegiatan untuk memperdalam materi mereka yang
akan menempuh ujian nasional.
Memang
di semester pertama ini mereka belum disibukkan dengan berbagai macam les dan
soal-soal try out dan itu membuat mereka melakukan kegiatan lain yang bisa
dibilang cukup menyita waktu mereka dengan berfoto untuk buku tahunan sekolah
(BTS).
Setiap
kelas memiliki tema masing-masing untuk foto kelas mereka. Dan kelas Nindya
memilih tema casual yang memiliki tempat untuk berfoto di salah satu dipo
pemberhentian kereta. Semua teman-teman mulai mengumpulkan uang untuk acara
mereka tersebut. Dan untuk urusan mecari EO dan segala macamnya sudah ada
panitia yang mengurus itu.
Sebelum
berfoto tiap kelas , BTS dimulai dengan memfoto guru yang mengajar di sekolah.
Dilanjutkan dengan memfoto anggota yang mengikuti ekstrakulikuler dan angket
yang dibuat oleh panitia untuk melihatkan siapa yang mungkin paling dikenal
disatu sekolah itu.
Untuk
foto satu kelas itu, sudah ada jadwalnya sendiri-sendiri yang ditetapkan dan
kebetulan kelas Nindya menjadi kelas kedua dari belakang untuk melakukan foto.
Nindya dan teman yang lain menggunakan pakaian yang belum pernah Nindya lihat
sebelumnya. Dan juga model rambut dan kerudung yang berbeda dari biasanya.
Bahkan
Nindya sempat dibilang cantik oleh salah satu temannya dan dia juga memuji
teman yang lain. Memang hari itu semua teman dikelasnya termasuk dia
menggunakan pakaina yang memang memperlihatkan perbedaan yang sangat jauh dari
biasanya. Ditambah lagi dengan make-up yang mereka gunakan membuat mereka
terlihat semakin cantik,tampan dan keren.
Proses
dilakukan sejak pagi menjelang siang dan berakhir disore hari. Untuk
mendapatkan foto yang sangat indah dan sesuai dengan keinginan memang
membutuhkan banyak waktu bukan. Setelah selesai semuanya mulai membersihkan
make-up yang ada diwajah mereka terlebih dahulu dan mengganti pakain ke pakaian
sehari-hari dan barulah mereka pulang untuk istirahat dari hari yang melelahkan
itu.
Foto
BTS selesai sekarang mereka memasuki semster dua dimana mereka akan disibukkan
dengan soal-soal try out dan les tambahan untuk memaksimalkan hasil ujian
nasional mereka. Try out pertama kedua dan ketiga Nindya mendapatkan nilai yang
kecil namu dengan kurva yang naik dan
pada try out keempat nilainya jauh lebih baik dari try out sebelumnya. Tapi
tetap saja itu membuat Nindya tidak bisa tenang karena menurut Nindya nilainya
masih jauh dari kata lumayan.
Dan itu
membuat Nindya belajar lebih giat lagi dan banyak bertanya kepada guru dan
temannya yang menurutnya mampu membantunya. Hal itu tidak hanya dilakukan oleh
Nindya tapi semua teman Nindya bahkan satu sekolah angkatan mereka melakukan
hal yang sama namun dengan cara mereka masing-masing.
Hari
terus berganti hari dan hari untuk menuju ujian nasional pun semakin dekat.
Nindya tidak mau terlalu memaksakan otaknya dengan terus-terusan belajar karena
menurutnya itu hanya akan membuat apa yang sudah dipelajari Nindya akan sia-sia
karena itu pasti akan menggangunya pada saat ujian berlangsung karena terlalu
stress.
Hari
pertama ujian nasional pun datang, Nindya entah mengapa merasa sedikit gugup tapi
dia memilih untuk menenangkan dirinya dengan mengobrol dengan temannya atau
melakukan hal lain. Terkadang dia juga membaca bukunya kembali jika ada
beberapa materi yang dia sedikit lupa.
Semua
siswa memasuki ruang ujian dan diawasi dengan guru penjaga yang mereka tidak
kenal sama sekali. Nindya mulai dengan berdoa dan membaca baik-baik satu
persatu soal yang ada di atas mejanya itu. Dan begitu seterusnya sampai hari
terakhir unjian nasional.
Nindya
merasa sangat lega setelah menyelesaikan tugasnya sebagai siswa yang sudah
mengikuti ujian nasional. Dia benar-benar pasrah dengan hasilnya dan dia berdoa
semoga semuanya sesuai dengan keinginannya. Atau setidaknya berjalan dengan
baik.
Mendaftarkan
diri pada SNMPTN undangan sepertinya Nindya tidak terlalu minat tapi dia
mencoba untuk tetap ikut agar dia bisa masuk perguruan tinggi negeri. Tapi
memang belum jodoh masuk PTN negeri melalui jalur SNMPTN undangan Nindya
mencoba mengikuti ujian SBMPTN ujian yang dilakukan serentak bersama-sama
diseluruh indonesia itu untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Dan
ternyata Nindya memang tidak jodoh dengan PTN sehingga dia mencoba mendaftarkan
dirinya di PTS (perguruan tinggi swasta) dan ternyata Nindya diterima di salah
satu PTS yang cukup bagus.
Nindya
menyukuri apa yang sudah ia dapat sekarang meskipun tidak didapatkannya di PTN
tapi setidaknya dia lebih beruntung dari beberpa temannya yang tidak bisa
melanjutkan kuliah pada tahun itu. Dan September 2013 Nindya sudah mulai
melalui hari-harinya dengan menyandang gelar mahasiswa.
![]() |
| @fenipenot |

No comments:
Post a Comment