Tuesday, November 12, 2013

Resume ilmu sosial dasar


ILMU SOSIAL DASAR


Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang cara hidup bermasyarakat serta mempelajari masalah yang timbul pada masyarakat serta cara menyelesaikan masalah tersebut. Ilmu sosial dasar berbeda dengan Ilmu Pengetahuan Sosial tetapi memiliki beberapa kesamaan.

Ilmu sosial dasar lebih mengarah kepada sikap-sikap yang berlaku di masyarakat sedangkan ilmu pengetahuan sosial mempelajari keterampilan didalam bermasyarakat. Jika di Sekolah Menengah Atas kita hanya diperkenalkan pada keterampilan dalam bermasyarakat dengan mempelajari ilmu pengetahuan sosial dan di perkuliahan kita sudah mulai memperdalam pengetahuan kita mengenai sosial dengan mempelajari ilmu sosial dasar.

Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial juga sama-sama mempelajari tentang hidup bermasyarakat dan saling berhubungan satu sama lain. Keduanya juga masih terikat dalam ilmu yang sama dan sama-sama dipelajari dari kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar hingga perkuliahan.

Tujuan mempelajari ilmu sosial adalah untuk mempelajari kehidupan bermasyarakat dan mampu bersosialisasi serta melatih kesiapan dalam menekuni dunia keilmuan dan bersosial. Mengetahui masalah-masalah yang sedang terjadi di masyarakat, mampu dan cepat tanggap terhadap gejala-gejala sosial yang terjadi di masyarakat, menyadari bahwa masalah yang terjadi bersifat kompleks dan harus berpikir kritis.

Tujuan lain untuk mahasiswa dalam mempelajari ilmu sosial dasar agar bisa mengerti dan memahami prinsip filsafat, ilmu sebagai landasan mengerti dan memahami berbagai fenomena sosial kontemporer serta mampu memahami berbagai konsep ilmu sosial yang akan digunakan sebagai instrumen menyelesaikan segala problematika sosial kemasyarakatan.

Ruang lingkup pada ilmu sosial dasar mencangkup masalah-masalah yang ada di masyarakat. Masalah tersebut hendaknya kita pahami terlebih dahulu agar kita paham dengan konsep masalah tersebut sehingga kita bisa menyelesaikan masalah. Ruang lingkup yang kita pelajari dibagi menjadi 3 kelompok:

1.      Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat yang secara bersamaan merupakan masalah sosial tertentu.
2.      Konsep-konsep sosial atau pengertia-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar
3.      Masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lain berbeda.

Berdasarkan kelompok seperti yang disebutkan diatas, dapat dijabarkan lebih lanjut kedalam 8 pokok bahasan untuk dapat di operasionalkan dan diharapkan untuk mempelajari dan memahami adanya:

1.      Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.      Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3.      Masalah pemuda dan sosialisasi.
4.      Masalah hubungan warga negara dengan negara.
5.      Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
6.      Masalah masyarakat perkotaan dan perdesaan.
7.      Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi
8.      Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Masalah-masalah yang dihadapi tidaklah sama karena perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam. Masalah tersebut dapat berupa sosial, politik, moral dan lain-lainnya. Yang membedakan masalah-masalah yang ada di masyarakat karena memiliki hubungan dengan nilai moral dan pranata sosial.

1.      Menurut masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.
2.      Menurut para ahli, suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat berdasarkan atas study mempunyai sifat yang menimbulkan kekacauan.

Masalah sosial muncul sejak peradaban manusia karena dianggap mengganggu kesejahteraan hidup. Dan membuat masyarakat untuk mengidentifikasikan serta menganalisa cara untuk mengatasinya.

Ilmu sosial dasar menyajikan pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan untuk menyelesaikan masalahnya dengan mengunakan kerangka pendekatan. Dengan menggunakan kacamata obyektif,berarti konsep dan teori yang berhubungan dengan hakikat manusia dan masalahnya telah dikembangkan dalam ilmu sosial dan digunakan. Sedangkan menurut kacamata subyektif, masalah yang dibahas akan dikaji menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan.

Cara memecahkan masalah yang ada di masyarakat dengan mengetahui hal berikut:

1.      Pradigma
Merupakan kumpulan tata nilai yang membentuk pola poikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga akan membentuk citra subjektif seseorang (mengenai realita) dan akhirnya akan menentukan bagaimana seseorang menanggapi realita itu.
Contoh : Dalam menganalisis sebuah cerita mitos dengan menggunakan pradigma fungsional
1.      Mengambil data untuk diproses dalam pradigma dalam sebuah cerita mitos
2.      Menganalisis
3.      Membuat kesimpulan dengan mengambil data yang penting untuk dijadikan referensi sebagai bukti dari mitos tersebut.

2.      Teori
Sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Sehingga bisa dikatakan bahwa suatu teori adalah suatu kerangka kerja konseptual untuk mengatur pengetahuan dan penyediaan suatu cetak biru untuk melakukan beberapa tindakan selanjutnya.

Contoh : Fisika

Teori  Archimedes yang mengatakan bahwa apabila sebuah benda sebagian atau seluruhnya terbenam kedalam air, maka benda tersebut akan mendapat gaya tekan yang mengarah keatas yang besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian benda yang terbenam tersebut.

3.      Konsep
Merupakan istilah yang digunakan untuk meng­gambarkan secara abstrak suatu objek. Melalui konsep, diharapkan akan dapat menyederhana­kan pemikir­an dengan menggunakan satu istilah.

            Contoh : Konsep training

Materi Hari Pertama, 25 Oktober 2012
09.00: A. Memahami Peserta Anda
1.      Prinsip pembelajaran orang dewasa
2.      Whole Brain Approach: Reptil, Sistem Limbik & Neokorteks
3.      Preferensi belajar: Auditory, Visual, Kinestetik
4.      Prinsip pembelajaran kreatif
 10.45 : B. Membangun Kredibilitas
1.      Bahasa Tubuh & Kualitas Suara
2.      Posture, Gesture, Ekspresi Wajah
3.      Energi, Volume, Artikulasi, Kecepatan, Intonasi
4.      Role Play

4.      Prinsip
Adalah merupakan petunjuk arah layaknya kompas. Sebagai petunjuk arah, kita bisa berpegangan pada prinsip – prinsip yang telah disusun dalam menjalani hidup tanpa harus kebingunan arah karena prinsip bisa memberikan arah dan tujuan yang jelas pada setiap kehidupan kita. Seorang leader atau pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang berprinsip. Karena seorang pemimpin yang berprinsip pasti akan terarah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.
Contoh : Prinsip kerja sama
Prinsip kerja sama adalah prinsip yang mengatur apa yang harus dilakukan oleh peserta tutur agar percakapannya terdengar koheren. Menurut Rustono (1999:53) penutur yang tidak memberikan kontribusi terhadap koherensi percakapan sama dengan tidak mengikuti prinsip kerja sama.

5.      Fakta
Fakta adalah suatu informasi yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi. Fakta disertai dengan bukti yang mendukung kebenarannya.

Contoh : olahraga

Fakta olahraga telah dibuktikan bahwa setiap orang mempunyai keinginan untuk selalu sehat, dimana olahraga tersebut mempunyai banyak macam dan kegunaannya dalam meningkatkan kualitas tubuh yang sehat, diantaranya;

Berenang: Menyehatkan tubuh dan meningkatkan kredibilitas tinggi sesesorang
Jogging   : Memperlancar peredaran darah keseluruh tubuh

6.      Hipotesis
Hipotesis adalah merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori. Jika hipotesis sudah diuji dan dibuktikan kebenaranya, maka hipotesis tersebut menjadi suatu teori. Jadi sebuah hipotesis diturunkan dari suatu teori yang sudah ada, kemudian diuji kebenarannya dan pada akhirnya memunculkan teori baru

Contoh : Hipotesis enol dan Hipotesis Alternative

·         Hipotesis nol mengandung arti tidak ada pengaruh, tidak ada interaksi, tidak ada hubungan, atau tidak ada perbedaan
·        Hipotesis alternative adalah pernyataan operasional dari hipotesis penelitian. Bila hipotesis alternatif berdasarkan teori maka disebut hipotesis deduktif. Tetapi bila hipotesis alternatif berdasarkan pengamatan disebut hipotesis induktif

Contoh hipotesis nol (Ho) ; Tidak ada perbedaan kreatifitas antara anak yang diberi keleluasaan dengan anak yang dikekang dalam keluarga.
Contoh hipotesis alternative (Ha) ; Ada perbedaan kreativitas antara anak yang diberi keleluasaan dengan anak yang dikekang dalam keluarga atau Kreativitas anak yang diberi keleluasaan lebih tinggi daripada kreativitas anak yang dikekang (hubungan positif) ; atau kreativitas anak yang dikekang lebih tinggi daripada kreativitas anak yang diberi keleluasaan (hubungan negatif).

7.      Postulat
Postulat adalah pernyataan yang diterima tanpa pembuktian dan dapat digunakan sebagai premis    pada deduksi. Ada yang menyamakan postulat dengan aksioma sehingga mereka dapat dipertukarkan  Ada yang berpendapat bahwa ada harapan bahwa pada suatu saat postulat dapat dibuktikan.

Contoh : Variabel Postulat

Atribut : Objek
Kepemimpinan : Manajer (orang )
Hasil belajar : Mahasiswa (orang)
Kebuasan : Singa (hewan)
Kekuatan : Gajah (hewan)

8.      Persepsi
Persepsi adalah  proses yang dilakukan individu dalam mengelola dan menafsirkan  kesan indra mereka dalam rangka  memberikan makna kepada lingkungan mereka, meskipun demikian apa yang dipersepsikan seseorang dapat berbeda dari kenyataan obyektif.

Contoh : Persepsi salah dan Persepsi benar

Pernyataan bahwa dalam rumus matimatika mempunyai bilangan ’2′ adalah Prima
si – A (Persepsi salah): bahwa nilai ’2′ adalah bukan Prima
si – B (Persepsi benar); bahwa ia setuju dengan suatu pernyataan tersebut

9.      Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan prosedur atau komponen yang saling berkaitan satu dengan lainnya bekerja bersama sesuai dengan aturan yang diterapkan sehingga membentuk suatu tujuan yang sama.

Contoh :Sistem bilangan

Bilangan positive (1,2,3,4…n)
Bilangan negtive  (-1,-2,-3,-4…n)
Bilangan netral ( 0 )

10.  Refikasi
Refikasi adalah tereduksinya hubungan antar manusia karena menjadi relasi alat produksi. Dalil dasar reifikasi adalah “penurunan” nilai relasi manusia yang seharusnya hangat menjadi hubungan antar “manusia” karena kepentingan ekonomi. Di dalam masyarakat modern persoalan ini menjadi sedemikan akut sehingga kita merasa terasing dengan manusia yang lain.

Contoh : Analisa singkat

           Kita terapkan refikasi dalam konteks kisah seorang pemuda yang berjalan- jalan ke mall, maka di sebuah gerai makan siap saji, ia segera akan disambut ramah seorang cewek seksi dengan senyum menawan. Pas setelah selesai makan, kita susah mendapatkan senyum itu di pelataran parkir dari sang gadis seksi tadi, kenapa karena hubunagn kita dengan cewek itu sebenarnya bukan relasi antar manusia yang tulus tapi relasi alat produksi.





No comments:

Post a Comment